CARA MENGHITUNG LUAS ATAP BANGUNAN

ATAP

WWW.TOKOGENTENGJATIWANGI.COM

BB: 5E18C9CE

Telp/Whatsapp: 081389998090

CARA MUDAH MENGHITUNG LUAS ATAP BANGUNAN

Contoh beberapa atap bangunan:

  • Atap Pelana
  • Atap Perisai/Limas (seperti atap rumah adat joglo)
  • Atap Flat (contoh : bentuk miring / datar)
  • Atap Khusus (contoh : gedung MPR, rumah batak, toraja)

Beberapa Jenis Bahan Penutup Atap:

  • Atap Ringan, seperti : Jerami, Ijuk, Seng, Asbes, Polycarbonat
  • Atap Sedang, seperti : Genteng Tanah, Genteng Keramik, Genteng Beton, Genteng Kayu
  • Atap Berat, seperti : Dak Beton Cor

Catatan:

Makin berat bahan penutup atap, makin besar resiko tertimpa benda berat. Bila atap tersebut roboh akibat terjadi gempa bumi.

Tips Praktis Menghitung Luasan Atap Bangunan untuk Atap flat, limas, pelana dan perisai:

1. Cara menghitung luasan atap Flat datar, biasanya dipakai untuk dak beton cor

Rumus :

Kebutuhan luasan atap = Panjang x Lebar

Misalnya rumah dengan ukuran 6m x 10m dan Overstek atap 0.8m

Luasan atapnya adalah :

= (6 + 1.6)m x (10 + 1.6)m

= (7.6m x 11.6m)

= 88.16 m2

2. Cara menghitung luasan atap limas / perisai / pelana, Luasan atap dihitung dalam satuan m2

Rumus :

Kebutuhan luasan atap = (Panjang x Lebar) / Cos(z)

dimana : z adalah sudut kemiringan atap

Misalnya rumah dengan ukuran 6m x 10m dan Overstek atap 0.8m

Sedang sudut kemiringan atap 30 derajat

Luasan atapnya adalah :

= ((6 + 1.6)m x (10 + 1.6)m) / (Cos 30)

= (7.6m x 11.6m) / (Cos 30)

= 88.16 m2 / 0.866

= 101.7984 m2

Catatan :

Rumus ini masih bisa dipakai untuk menghitung pada atap yang berbentuk campuran perisai dan pelana.

 

WWW.TOKOGENTENGJATIWANGI.COM

Comments are closed